Selasa, 06 November 2012

Kesenian Tradisional: Jaran Kepang Khas Malang


BANGGA: Cak Min gunakan atribut tarian Jaran Kepang
MALANGISME - Kesenian Jarang Kepang memang tak hanya ada di Malang. Diberbagai kota-pun kesenian ini ada. Ciri khas antara jaran Kepang satu dengan jaran Kepang lainnya itulah yang membuat beda sesuai karakter daerah asalnya. Seperti Penggambaran jaranan, jaran dor malangan (karakter malangan keras, berani tapi jujur), blitaran, tulungagungan, banyuwangian. Perbedaan tersebut ada pada karakter, gerakan dan cara maen serta filosofinya. 

Asal usul secara pasti darimana kesenian Jaran Kepang ini memang tidak pernah tercatat dalam sejarah. Oleh karenanya banyak daerah mengakuinya, tetapi yang jelas memang berasal dari Pulau Jawa.

Salah satu pelestari kesenian Jaran Kepang di Malang adalah Cak Min. Pria asal Blitar ini menetap di Malang mulai tahun 89. Secara turun temurun ilmu yang dia dapat dari kakek buyutnya yang berasal dari Tulungagung.

Cak min bukan hanya seorang penari Jaran Kepang. Namun dia juga seorang produsen jaran Kepang yang sudah cukup terkenal se-Nusantara lewat karyanya Jaran Kepang. Dirinya memproduksi Jaran Kepang untuk dikirim ke berbagai daerah sesuai asal pemesannya. “ tidak hanya dari Malang yang pesen, tapi dari luar jawa juga ada, seperti Kalimantan,” Ujarnya.

Ketika ditanya bagaimana kelangsungan Jaran Kepang selama ini, dirinya mengatakan memang minat terhadap jaran kepang secara umum sangat sedikit. Tetapi di beberapa daerah kesenian ini tumbuh dengan regenerasi yang lumayan bagus.

Selain menari dan membuat Jaran Kepang, pemilik nama asli Sukaimin ini juga mengajar kesenian Jaran Kepang kepada anak-anak sekitar rumahnya. Bahkan dulu kala sebelum kesenian Jaran Kepang lesu seperti ini, dirinya pernah punya sebuah sanggar tari. Namun karena musibah pada tahun 2003 banjir bandang di daerah Dinoyo, dirinya harus berlapang dada memulai semua usahanya ini mulai dari nol lagi.

Dengan titik tolak menggali khasanah seni budaya Jawa, ia ingin menunjukkan bahwa seni Jawa itu mampu mandiri dan mendapat tempat dalam masyarakat modern. Oleh karena itu para seniman, khususnya budaya Jawa, harus mau menggali dan kemudian berkreasi menarik minat masyarakat modern sekarang ini.

( Moh. Nadlir | 150 )
  • Stumble This
  • Fav This With Technorati
  • Add To Del.icio.us
  • Digg This
  • Add To Facebook
  • Add To Yahoo

0 komentar:

Poskan Komentar